<< Back to Country
First select your Country
India Nepal

mouthcrop2's profile


Profile

  • Full name: mouthcrop2
  • Address:
  • Location: Itanager, Nepal
  • Website: http://copytown4.jigsy.com/entries/general/Cara-Budidaya-Bawang-Merah-Secara-Tradisionil-yang-Melage
  • User Description: Bawang merah (Allium asclonicum) sebagai satu diantara komoditas hortikultura yang paling diperlukan oleh manusia. Sukses yang diraih dari budidaya bawang merah ini, tentu dihadapkan dalam bermacam soal (efek) di atas lapangan. Antara lain langkah budidaya, gempuran hama serta penyakit, kekurangan bagian micro, dsb yang sebabkan produksi jadi menurun.Walaupun kandungan paling besar yang dipunyai bawang merah merupakan air, akan tetapi ada faktor yang lain penting menjadi perhatian biar kita dapat hasilkan umbi bawang merah dengan produksi tinggi serta berkualitas. Jumlah bawang merah terkait kuat sama ukuran serta jumlah umbi yang dibuat. Mutu bawang merah dipastikan oleh wewangian yang tajam dan warna kulit umbinya. Lebih besar dan banyak umbinya dengan wewangian yang tajam, karena itu lebih tinggi juga nilai jualnya.Tambahan bahan organik berwujud pupuk kandang, kompos atau bahan hijauan fresh yang lain bisa membenahi susunan tanah, tingkatkan agregasi, mempertingkat daya menggenggam air dan membuat lebih tanah dengan beberapa jenis faktor hara hasil peruraian berbahan organik yang ditempatkan ke tanah (Hendrata et al, 2014).RiwayatTanaman bawang merah dikira asal dari Asia. Beberapa literatur katakan kalau tanaman ini datang dari Asia tengah, terlebih wilayah Palestina dan India, akan tetapi sejumlah kembali memprediksi kalau tanaman bawang merah asal dari Asia tenggara dan Mediterania. Sumber yang lain menerka riwayat bawang merah datang dari Negara Iran serta Pegunungan sisi utara Pakistan.Tanaman bawang merah sebagai tanaman yang paling tua dari sejarah budidaya tanaman oleh manusia. Ini diperlihatkan pada masa I serta II Dynasti (3.200-2.700) SM, bangsa Mesir menggambarkan bawang merah pada patung dan tugu-tugu mereka. Di Israel, tanaman bawang merah dikenali di tahun 1500 SM.Warisan Yunani Kuno menegaskan, usia pembudidayaan bawang merah, disangka 4000 tahun lalu. Di lokasi Eropa Barat, Eropa Timur serta Spanyol, tanaman ini diperbudidayakan seputar 1000 tahun lalu, setelah itu menebar ke Amerika khususnya Amerika Serikat. Dalam penyebaran seterusnya, bawang merah ini berkembang hingga ke Timur jauh serta Asia Selatan. Di Jepang, budidaya bawang merah terpenting diketahui akhir masa yang serupa saat bawang merah dikenali di Eropa barat. Di tahun 1975, Jepang menghasilkan bawang merah sekitar 1 juta ton dari 30 ribu hektar, hingga jadi produsen nomor dua di dunia untuk bawang merah. Sedang beberapa negara yang lain terdaftar sebagai produsen bawang merah di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Rumania, Italia dan Meksiko (https://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2333369-sejarah-dan-asal-muasal-bawang/#ixzz2zecm1diD).Kekuatan, Kesempatan serta PermasalahanMenurut Kepala Dinas Pertanian serta Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Propinsi Bangka Belitung, bawang merah benar-benar prospektif buat diperkembangkan kendati susunan tanahnya berpasir. Dapat meniru kesuksesan peningkatan bawang merah, di Kabupaten Bantul, DIY yang menanam bawang merah di sejauh pesisir pantai selatan (https://sinarharapan.co/news/read/16363/bangka-barat-potensial-kembangkan-bawang-merah).Menurut pangamatan di dalam lapangan, hampir semua komoditas sayur yang ada Kepulauan Bangka Belitung disediakan dari Pulau Jawa serta sekelilingnya. Menyusutnya ketersediaan bawang merah di banyak pasar di Pangkalpinang, pasca-lebaran menimbulkan harga bawang merah condong bertambah. Harga bawang merah di Pasar Atrium Pangkalpinang, kira-kira di antara Rp 55.000 - Rp 60.000 per kg(https://bangka.balkonnews.com/2013/08/13/harga-bawang-merah-lokal-masih-tinggi).Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, gara-gara tingginya curahan hujan di wilayah kunci produksi, diprediksi import bawang merah yang bisa masuk tempat Indonesia sampai 10.000 ton. Berdasar pada data Kemendag, harga bawang merah selalu perlihatkan mode peningkatan harga. Umumnya bulan Juli, harga bawang merah nasional capai Rp 35.086 per kg, atau naik 19% kalau dibanding Juni senilai Rp 29.456 per kg (https://bangka.balkonnews.com/2013/08/02/bulan-ini-10000-ton-bawang-merah-impor-masuk-pasar).Tubuh Litbang Pertanian sejak mulai beberapa tahun lalu udah menciptakan bermacam tipe Varietas Unggul Anyar (VUB) bawang merah, salah satunya Maja (kapasitas 10,9 ton/ha, sesuai buat daratan rendah), Kuning (kemampuan 21,39 ton/ha, pas untuk daratan rendah), Bima Brebes (kapasitas 9,9 ton/ha, sesuai buat daratan rendah), Katumi (kekuatan 24,1 ton/ha, pas buat daratan medium), Sembrani (kapasitas 24 ton/ha, sesuai buat daratan rendah hingga medium), Mentes (kekuatan 27,58 ton/ha) (R. Sinaga et all, 2011).TEKNIK BUDIDAYAPenyiapan bibitBawang merah yang diputuskan merupakan varietas yang adaptive sama ukuran kecil atau lagi.Ukuran umbi bibit yang maksimum yakni 3 - 4 gr/umbi.Umbi bibit yang bagus yang sudah diletakkan 2 - tiga bulan dan umbi masih pula dalam ikatan (umbi masihlah ada daunnya)Umbi bibit harus sehat, disinyalir dengan wujud umbi yang akur (tak keropos), kulit umbi tidak cedera (tidak terkupas atau berkilau)Benih dipendam dengan larutan Hormon Organik satu hari saat sebelum tanam sepanjang 10 menit.Seusai bibit ditiriskan, lalu diberi sama rata dengan 1 balut (100 gram) agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium + Trichoderma (Hendrata serta Murwati, 2008).Sebelumnya dikerjakan penanaman, ujung umbi bawang merah dipotong 1/3 sisi atau sesuai sama keperluan (Hendrata et all, 2005).Penyiapan tempatPemrosesan tanah dijalankan buat membuat situasi susunan tanah dan aerasi yang lebih bagus.Seharusnya tanah diratakan lebih dulu lalu dibikin jalan buat penyiraman dengan lebar ± 50 cm.Area diproses dengan kedalaman ± 30 cm lalu dikasih gabungan kotoran sapi masak (2,5 ton/ha) + agensia hayati memiliki bahan aktif Gliocladium + Trichoderma.Sesudah itu didiamkan sepanjang satu minggu.PenanamanAwal kalinya tanah dibasahi dahulu lalu dibentuk lubang yang udah dirapikan jarak tanamnya.Bibit ditanamkan pada situasi berdiri.Penanaman semestinya tak boleh terlampau dalam, cukup ditutup tipis dengan tanah/pasir.Jarak tanam yang dipakai 20 x 20 cm pada jumlah bibit sekitar 1 bibit per lubang.PEMELIHARAANPenyiramanPenyiraman bisa dijalankan dengan gembor atau selang besar, dilaksanakan 2x satu hari (sore dan pagi) atau sama sesuai keadaan tanah/tanaman terpenting setelah hujan atau turun embun buat mengelak penebaran penyakit Alternaria porii (trotol).Kunci dari penyiraman merupakan memberinya air dengan baik pada tanaman hingga tanaman tak layu atau saat sebelum tanaman merasakan stress.PenyianganPenyiangan seharusnya dikerjakan di situasi gulma masih kecil, bila sudah besar cukup dipotong dengan sabit, gak boleh ditarik supaya tidak menghancurkan akar bawangnya.Penyiangan dijalankan 2x : 7 - 10 hst serta 30 - 35 hst, terkait keadaan dan keadaan atau mungkin waktu umbi pecahPengaturan Hama serta PenyakitPada prinsipnya untuk menanggulangi gempuran OPT pakai rancangan PHT, pestisida kimia bisa dipakai selaku alternative paling akhir.1. Bintik Ungu (Alternaria porii (ELL) Cif.Gara-gara gempuran :- Daun bawang kering serta mati- Umbi yang berwujud tidak prima (kecil - kecil)Tanda-tanda gempuran:- Bintik kecil, cengkung- Warna putih sampai kelabu- Bila jadi membesar bintik seperti membuat cincinPengaturan tekhnis :- Penyemprotan sama air bersih di tanaman selesai turun hujanPengontrolan kimia:- Program fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion.Pengaturan biologi :- Program agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium serta Trichoderma.2. Bintik daun Cercospora (Cercospora duddiae)Gara-gara gempuran :- Terjadi klorosis pada daunTanda-tanda gempuran:- Bintik klorosis, bundar, punya warna kuning- Ada di ujung daunPengaturan kimia:- Terapan fungisida bahannya aktif tembaga hidroksida serta Iprodion3. Busuk Daun (Peronospora destructor)Gara-gara gempuran :- Daun kering serta matiTanda-tanda gempuran :- Saat tanaman mulai membuat umbi pada cuaca yang cukup lembab karena itu tanda-tanda gempuran bakal berwujud bintik hijau pucat serta setelah itu beralih menjadi kapang.Pengaturan tehnis :- Penyemprotan beserta air bersih sesudah hujan atau saat pagi hari saat sebelum matahari keluarPengontrolan kimia :- Terapan fungisida memiliki bahan aktif metalaksil serta tebu konazold.Pengaturan biologi :- Terapan agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium dan Trichoderma.4. Rebah bibit (Phytium debaryanum Hesse)Gara-gara gempuran :- Tanaman yang anyar tumbuh akan busuk dan matiTanda-tanda gempuran :- Bibit di persemaian busuk, rebah serta sesudah itu bakal matiPengaturan tehnis :- Mengontrol kelembapan di sekitar persemaian supaya tidaklah terlalu tinggiPengaturan kimia :- Terapan bakterisidaPengontrolan biologi :- Terapan agensia hayati bahannya aktif Gliocladium serta Trichoderma.5. Ulat (Spodophtera exigua)Karena gempuran :- Daun tanaman jadi putus-putus atau robek dan hancurTanda-tanda gempuran :- Ada telur ulat di kitaran tanaman- Daun apabila diteropong kelihatan sisa dikonsumsi ulatPengontrolan tehnis :- Memangkas daun yang diserang dan dibuang di posisi yang jauh.Pengontrolan kimia :- Program insektisida yang bahannya aktif Klorpirifos, Tebufenosida.Pengontrolan biologi :- Terapan agensia hayati yang bahannya aktif SE-NPV (Spodophtera Exigua-Nuclear Polyhedrosis Virus).Thrips bisa dikasihkan agensia hayati Beauveria bassiana (BVR) jumlah 100 g buat 1000 m.PemupukanTanaman bawang merah dipupuk dengan : Urea 150 kg/ha, ZA 200 kg/ha, SP36 150 kg/ha, KCl 150 kg/ha. Pemupukan dikasihkan 2x ialah usia 7 hst 1/3 sisi serta 2/3 sisi diberi di usia 30 hst.Tanaman semestinya ditambah lagi Pupuk Organik Padat (POP) jumlah 1 sdm untuk 1 gembor kemampuan 10 liter, jumlah pupuk kimia dikurangkan sepertiganya.Usia 7 hst tanaman disemprotkan Pupuk Organik Cair (POC) jumlah 4 - 5 tutup per bak, tiap-tiap 7 - 10 hari sekali sampai 50 hst. Mulai 30 hst tanaman disemprotkan dengan hormon organik jumlah 2 tutup per drum.PANENPanen dikerjakan saat tanaman usia di antara 60 - 63 hst, bergantung varietasnya.Tanaman siap panen diidentikkan dengan 60% komunitas dari semuanya tanaman, daun tanamannya udah rebah, daun-daunnya jadi kering, umbi tersembul di atas tanah, leher tangkai semu jikalau didesak lunak atau mungkin tidak keras.Panen dikerjakan saat udara ceria.Seluruhnya tanaman ditarik secara berhati-hati dengan tangan supaya tak ada umbi yang ketinggal dalam tanah (Hendrata et al, 2014).

Latest listings